Selasa, 30 April 2013

SEJARAH MUSIK


SEJARAH PERKEMBANGAN MUSIK DUNIA

Sejak abad ke-2 dan abad ke-3 sebelum Masehi, di Tiongkok da Mesir ada musik yang mempunyai bentuk tertentu. Dengan mendapat pengaruh dari Mesir dan Babilon, berkembanglah musik Hibrani yang dikemudian hari berkembang menjadi musik Gereja. Musik itu kemudian disenangi oleh masyarakat, karena adanya pemain-pemain musik yang mengembara serta menyanyikan lagu yang dipakai pada upacara Gereja. Musik itu tersebar di seluruh Eropa kemudian tumbuh berkembang, dan musik instrumental maju dengan pesat setelah ada perbaikan pada alat-alat musik, misalnya biola dan cello. Kemudian timbulah alat musik Orgel. Komponis besar muncul di Jerman, Prancis, Italia, dan Rusia. Dalam abad ke 19, rasa kebangsaan mulai bangun dan berkembang. Oleh karena itu perkembangan musik pecah menurut kebangsaannya masing-masing, meskipun pada permulaannya sama-sama bergaya Romantik. Mulai abad 20, Prancis menjadi pelopor dengan musik Impresionistis yang segera diganti dengan musik Ekspresionistis.
Perkembangan Musik Dunia
Musik sudah ada sejak Zaman purbakala dan dipergunakan sebagai alat untuk mengiringi upacara-upacara kepercayaan. Perubahan sejarah musik terbesar terjadi pada abad pertengahan,disebabkan terjadinya perubahan keadaan dunia yang makin meningkat. Musik tidak hanya dipergunakan untuk keperluan keagamaan, tetapi dipergunakan juga un tuk urusan duniawi.

SUMBER :
http://antx-page.blogspot.com/2008/10/sejarah-perkembangan-musik-dunia.html

Minggu, 21 April 2013

SEJARAH KOTA PALEMBANG

SEJARAH KOTA PALEMBANG 


SEBUTAN KOTA PALEMBANG, BERASAL DARI KATA SANGSEKERTA WANUS ARTINYA NEGERI ATAU KOTA, BAHASA ASLI MASYARAKAT MENYEBUTNYA LEMBENG BERMAKNA GENANGAN AIR : DITAMBAH AWALAN PA YANG MENUNJUKKAN TEMPAT, KEMUDIAN DIRANGKAI MENJADI KATA PALEMBANG ARTINYA KOTA YANG SELALU DIGENANGI AIR, KARENA SECARA GEOGRAFIS TERLETAK DI DAERAH RENDAH PENUH RAWA-RAWA 37,36% WILAYAHNYA TERGENANG AIR.
 DI ZAMAN BELANDA DIJULUKI KOTA PULAU (DE STAD DER TEINTIG EILANDEN) SEBUTAN LAINNYA VENESIA TIMUR SEBUTAN NAMA INI LANTARAN KEBERADAAN SUNGAI MUSI YANG MEMISAHKAN DAERAH SEBERANG ULU DAN SEBERANG ILIR  PUNYA KEMIRIPAN DENGAN KOTA WISATA DI VENESIA.
 SELAIN ITU PALEMBANG MERUPAKAN PUSAT BANDAR NIAGA SEJAK ZAMAN KEDATUAN SRIWIJAYA SAMPAI KESULTANAN PALEMBANG, BANYAK  SAUDAGAR DARI MANCANEGARA DAN CINA SINGGAH KE PALEMBANG UNTUK BERNIAGA. PENGARUH BAHASA CINA SANGAT DIRASAKAN PADA TULISAN CHUFANSHI KARYA CHAUJU KAU TAHUN 1225 BERTULIS PALINFONG KEMUDIAN TAHUN 1345 – 1350 KARYA “WONG TA YUAN” BERJUDUL “TOA CIH LIO”, PALEMBANG DISEBUTNYA “POLINFONG” DAN TAHUN 1416 “YING YSI SHUENG” MENULIS “POLINFANG”.
 PRASASTI KEDUKAN BUKIT YANG MENJADI BUKTI SEJARAH PENDIRIAN KERAJAAN SRIWIJAYA, SEKALIGUS LAHIRNYA KOTA PALEMBANG DITEMUAN PADA TAHUN 1920 OLEH H. DJAHRI WARGA KAMPUNG 35 ILIR, SECARA TIDAK SENGAJA SAAT IA SEDANG MENJALA IKAN DI TEPI SUNGAI TATANG KEDUKAN BUKIT, JALA YANG DILEMPARKANNYA KE SUNGAI TERSANGKUT BATU, SETELAH DIANGKAT TERNYATA BATU ITU BERTULIS (PRASASTI).
 PENEMUAN INI DILAPORKAN KEPADA PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA KALA ITU, KEMUDIAN MENJADI OBJEK PENELITIAN . HASIL PENELITIAN INILAH BANYAK DIPAKAI SEBAGAI PEDOMAN PENETAPAN PALEMBANG / SUMATERA SELATAN SEBAGAI PUSAT KERAJAAN SRIWIJAYA ABAD 7 – 12 MASEHI DIBAWAH PIMPINAN DHAPUNTA HYANG SHIDAYATRA.
 PRASASTI ITU MENCERITAKAN PERJALANAN DHAPUNTA HYANG SIDHAYATRA BERSAMA 20.000 PRAJURIT MENGENDARAI PERAHU DAN MEMBAWA 200 PETI PERBEKALAN SERTA 1.312 PRAJURIT BERJALAN KAKI.
 DIKISAHKAN PADA HARI KETUJUH PARO-TERANG BULAN JYESTHA, DAPUNTA HYANG BERTOLAK DARI MINAGA, PRAJURIT BERJALAN KAKI DATANG DARI MUKHA UPANG, MEREKA KEMUDIAN BERKUMPUL DI PALEMBANG DAN MENDIRIKAN WANUA, YAITU PERKAMPUNGAN WANUA SEBAGAI BENTUK KECIL DARI KATA BENUA.
 PADA PRASASTI KEDUKAN BUKIT ITU YANG BERANGKA TAHUN 682 MASEHI BERBAHASA MELAYU KUNO, DINUKILKAN HARI JADI KOTA PALEMBANG  TANGGAL 5 ASHADA TAHUN 605 SYAKE ATAU 17 JUNI 683 MASEHI PEMERINTAH KOTA PALEMBANG PUN SILIH BERGANTI SEIRING DINAMIKA PERKEMBANGAN ZAMAN.
 KALA PERIODE RA. ARIVAI CEKYAN, SELAKU WALIKOTA PALEMBANG MEMBENTUK TEAM PENELITI HARI JADI KOTA PALEMBANG DENGAN SURAT KEPUTUSAN WALIKOTA KEPALA DAERAH KOTAMADYAH PALEMBANG TANGGAL 21 JANUARI 1972 OMOR : 124 / UM / WK  TENTANG TEAM PERSIAPAN PENELITIAN HARI JADI KOTA PALEMBANG.

KETUA  
TENGKU SAMBA LUBIS
SEKRETARIS
DRS. A. KASIM SULAIMAN
ANGGOTA
R. H. M. AKIB
TAUFIK RAHMAN, SH
IR. ANWAR RIFAI
H. A. AZIZ SOMAD
 PEMBAHASAN HARI JADI KOTA PALEMBANG, BERTEMPAT DI RUMAH BARI PALEMBANG,DARI TANGGAL 3 SAMPAI DENGAN 6 MEI 1972 DAN MENETAPKAN HARI JADI KOTA PALEMBANG “TANGGAL 17 BULAN JUNI TAHUN 683 MASEHI” DENGAN SURAT WALIKOTA KEPALA DAERAH KOTAMADYA PALEMBANG NO. 57 / UM WK / 1972 TANGGAL 6 MEI 1972.
 SEJAK SAAT ITULAH, MAKA SETIAP TANGGAL 17 JUNI DIPERINGATI SEBAGAI HARI JADI KOTA PALEMBANG DENGAN LAMBANG PEMERINTAHAN KOTA PUN DISIMBOLKAN DENGAN AKSARA BERTULISKAN “PELEMBANG DJAYA”. 
  
                                (GUSJANDJARA ARNI / RAGAM SUMBER)
                                                                               DINAS KOMINFO KOTA PALEMBANG
                                (PALEMBANG, 17 JUNI 2000)

sumber : kominfo.palembang.go.id/?nmodul=halaman...sejarah...palembang

CERITA LUCU

Tukang Becak dan Kuntilanak

 Malam yang dingin. Seorang tukang becak menyun karena gak dapat penumpang dari sore. Akhirnya si tukang becak memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba muncul seorang wanita berambut panjang memanggilnya. “Wah, penumpang nih,” pikir si tukang becak. Akhirnya wanita itu naik.

    Tukang becak: “Mau kemana, dik?”

    “Jalan aja pak, nanti saya beritau” jawab wanita itu datar.

    Ketika sampai di dekat kuburan, Tiba-tiba menyuruh becak berhenti. “Stop, bang…”,katanya.

    Pada saat si wanita turun, tukang becak melihat ternyata kaki wanita berambut panjang itu tidak menyentuh tanah. Serta merta si tukang becak berkata sambil mengigil : “Hiiii….Kuntilanakkkkkkkkk……”

    Dengan spontan wanita itu melirik sinis ke arah si tukang becak : “Biarin…daripada lu, tukang becak!”






SUMBER : 1001 CERITA LUCU

Senin, 18 Maret 2013

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KE-1


KETAHANAN NASIONAL


A. PENDAHULUAN

Beberapa ancaman dalam dan luar negeri telah dapat diatasi bangsa Indonesia dengan adadnya tekad bersama-sama menggalang kesatuan dan kecintaan bangsa. Berbagai pemberontakan PKI, RMS (Republik Maluku Selatan), PRRI Permesta dan juga gerakan sparatis di Timor- Timur yang pernah menyatakan dirinya berintegrasi dengan Indonesia, meskipun akhirnya kenyataan politik menyebabkan lepasnya kembali daerah tersebut. Ancaman sparatis dawasa ini ditunjukan dengan banyaknya wilayah atau propinsi di Indonesia yang menginginkan dirinya merdeka lepas dari Indonesia seperti Aceh, Riau, Irian Jaya, dan beberapa daerah lain begitu pila beberapa aksi provokasi yang mengganggu kestabilan kehidupan sampai terjadinya berbagai kerusuhan yang diwarnai nuansa etnis dan agama dan gangguan dari luar adalah gangguan dari negara lain yang ingin menguasai pulau-pulau kecil yang masih berada di didalam wilayah NKRI namun dekat dengan wilayah negara lain. Bangsa Indonesia telah berusaha menghadapi semua ini dengan semangat persatuan dan keutuhan, meskipun demikian gangguan dan ancaman akan terus ada selama perjalanan bangsa, maka diperlukan kondisi dinamis bangsa yang dapat mengantisipasi keadaan apapun terjadi dinegara ini.

B. PENGERTIAN KETAHANAN NASIONAL

Ketahanan nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa yang terdiri atas ketangguhan serta keuletan dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala macam dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar, secara langsung maupun yang tidak langsung yang mengancam dan membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan dalam mewujudkan tujuan perjuangan nasional.
Konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang serasi dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh berlandaskan Pancasila, UUD 45, dan Wawasan nusantara.

C. SIFAT-SIFAT KETAHANAN NASIONAL
                                         
Beberapa sifat ketahanan nasional yang ada mingkin akan kami jabarkan seperti dibawah ini :

a.  Mandiri
Ketahanan nasional bersifat percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dengan keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas, integritas, dan kepribadian bangsa. Kemandirian ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global.

b.  Dinamis
Ketahanan nasional tidaklah tetap, melainkan dapat meningkat ataupun menurun bergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara, serta kondisi lingkungan strategisnya. Hal ini sesuai dengan hakikat dan pengertian bahwa segala sesuatu di dunia ini senantiasa berubah. Oleh sebab itu, upaya peningkatan ketahanan nasional harus senantiasa diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya di arahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.

c.  Manunggal
Artinya ketahanan nasional memiliki sifat integratif yang diartikan terwujudnya kesatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi, dan selaras di antara seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

d.  Wibawa
Ketahanan nasional sebagai hasil pandangan yang bersifat manunggal dapat mewujudkan kewibawaan nasional yang akan diperhitungkan oleh pihak lain sehingga dapat menjadi daya tangkal suatu negara. Semakin tinggi daya tangkal suatu negara, semakin besar pula kewibawaannya.

e.  Konsultasi dan kerjasama
Ketahanan nasional Indoneisa tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata, tetapi lebih pada sifat konsultatif dan kerja sama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa. 


D. ASAS KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
                                       
Asas ketahanan nasional adalah tata laku yang didasari nilai yang tersusun berlandaskan Pancasil, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Asas-asas tersebut adalah (menurut Lemhannas, 2000: 99 – 11).

1.  Asas kesejahtraan dan keamanan
Asas ini merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan wajib dipenuhi bagi individu maupun masyarakat atau kelompok. Didalam kehidupan nasional berbangsa dan bernegara, unsur kesejahteraan dan keamanan ini biasanya menjadi tolak ukur bagi mantap/tidaknya ketahanan nasional.

2.  Asas komprehensif/menyeluruh terpadu
Artinya, ketahanan nasional mencakup seluruh aspek kehidupan. Aspek-aspek tersebut berkaitan dalam bentuk persatuan dan perpaduan secara selaras, serasi, dan seimbang.

3.  Asas kekeluargaan
Asas ini bersikap keadilan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hal hidup dengan asas kekeluargaan ini diakui adanya perbedaan, dan kenyataan real ini dikembangkan secara serasi dalam kehidupan kemitraan dan dijaga dari konflik yang bersifat merusak/destruktif.


E.  KEDUDUKAN DAN FUNGSI KETAHANAN NASIONAL

Kedudukan dan fungsi ketahanan nasional dapat dijelaskan sebagai berikut :

·         Kedudukan
Ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual, yang didasari oleh Pancasil sebagai landasan ideal dan UUD sebagai landasan konstisional dalam paradigma pembangunan nasional.

·         Fungsi

Ketahanan nasional nasional dalam fungsinya sebagai doktrin dasar nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak, dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa yang bersifat inter – regional (wilayah), inter – sektoral maupun multi disiplin. Konsep doktriner ini perlu supaya tidak ada cara berfikir yang terkotak-kotak (sektoral). Satu alasan adalah bahwa bila penyimpangan terjadi, maka akan timbul pemborosan waktu, tenaga dan sarana, yang bahkan berpotensi dalam cita-cita nasional. Ketahanan nasional juga berfungsi sebagai pola dasar pembangunan nasional. Pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunman nasional disegala bidang dan sektor pembangunan secara terpadu, yang dilaksanakan sesuai dengan rancangan program.

F.  KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL

Adapun konsep ketahanan nasional adalah :

·         Ketangguhan
Adalah kekuatan yang menyebabkan seseorang atau sesuatu dapat bertahan, kuat menderita atau dapat menanggulangi beban yang dipikulnya.

·         Keuletan
Adalah usaha secara giat dengan kemampuan yang keras dalam menggunakan kemampuan tersebut diatas untuk mencapai tujuan.

·         Identitas
Yaitu ciri khas suatu bangsa atau negara dilihat secara keseluruhan. Negara dilihat dalam pengertian sebagai suatu organisasi masyarakat yang dibatasi oleh wilayah dengan penduduk, sejarah, pemerintahan, dan tujuan nasional serta dengan peran internasionalnya.

·         Integritas
Yaitu kesatuan menyeluruh dalam kehidupan nasional suatu bangsa baik unsur sosial maupun alamiah, baik bersifat potensional maupun fungsional.

·         Ancaman
Yang dimaksud disini adalah hal/usaha yang bersifat mengubah atau merombak kebijaksanaan dan usaha ini dilakukan secara konseptual, kriminal dan politis.

·         Hambatan dan gangguan
Adalah hal atau usaha yang berasal dari luar dan dari diri sendiri.

G. PEMBINAAN KETAHANAN NASIOANAL

Langkah-langkah Pembinaan :

·         Peningkatan dan pengembangan pengamalan Pancasila secara objektif dan subjektif.
·         Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu terus di relevansikan dan di aktualisasikan.
·         Bhinneka Tunggal Ika dan konsep Wawasan Nusantara bersumber dari Pancasila.
·         Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia harus dihayati dan diamalkan secara nyata.
·         Pembangunan sebagai pengamalan Pancasila harus menunjukkan keseimbangan fisik material dengan pembangunan mental spirituil untuk menghindari tumbuhnya materialisme dan sekularisme.
·         Pendidikan moral Pancasila ditanamkan pada diri anak didik dengan cara mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain di sekolah.
                                                                               

KESIMPULAN

Negara Indonesia adalah negara yang solid terdiri dari berbagai suku dan bangsa, terdiri dari banyak pulau-pulau dan lautan yang luas. Jika kita sebagai warga negara ingin mempertahankan daerah kita dari ganguan bangsa/negara lain, maka kita harus memperkuat ketahanan nasional kita.
Ketahanan nasional adalah cara paling ampuh, karena mencakup banyak landasan seperti : Pancasila sebagai landasan ideal, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional dan Wawasan Nusantara sebagai landasan visional, jadi dengan demikian katahanan nasional kita sangat solid.

Senin, 26 November 2012

TUGAS SOFTSKILL KE-3 EKONOMI KOPERASI


TUGAS SOFTSKILL EKONOMI KOPERASI





              NAMA          :DEDDY ARDIANSYAH
              NPM            : 11211791
              KELAS        : 2EA21






PEMBAGIAN SHU ANGGOTA KOPERASI
Koperasi mawar



Simpanan sukarela          Rp. 23.000.000
Simpanan Pokok              Rp. 20.000.000
Simpanan wajib                Rp. 40.000.000
Modal Koperasi                Rp. 55.000.000

SHU = 138.000.000
Pembagian SHU Koperasi Anggota Arta Sarana Sejahtera (KOPASRA)

Cadangan                                            = Rp. 26.000.000
Jasa Modal                                         = Rp. 90.000.000
Jasa Anggota                                      = Rp. 45.000.000
Jasa Pengurus                                   = Rp.    7.000.000
Dana Kesejahteraan Pegawai     = Rp.    7.000.000
Dana Kesehatan Pegawai             = Rp.    7.000.000
Dana Sosial                                         = Rp. 20.000.000
                                                             Rp. 202.000.000

Jasa Modal    : Rp. 90.000.000 x 100% =  1,63
                           Rp. 55.000.000

Jasa Anggota : Rp. 45.000.000 x 100% =  0,54
                           Rp. 83.000.000
PEMBAGIAN SHU ANGGOTA
Koperasi “Koperasi mawar”

  1. Nama : yulvi ahmad
Total simpanan : Rp. 16.000.000
Penjualan Anggota : Rp.20.000.000
Jasa Modal (1,63% x Simpanan) : Rp.260.800
Jasa Anggota (0,54% x Penjualan) : Rp.108.000
SHU yang di terima : Rp. 368.800


  1. Nama : nindiawati
Total simpanan : Rp. 14.000.000
Penjualan Anggota : Rp.7.000.000
Jasa Modal (1,63% x simpanan) : Rp. 228.200
Jasa Anggota (0,54% x Penjualan) : Rp. 37.800
SHU yang di terima : Rp.226.000

  1. Nama : laurensius dimas bayu
Total simpanan : Rp. 12.000.000
Penjualan Anggota : Rp. 4.000.000
Jasa Modal (1,63 % x simpanan) : Rp. 195.600
Jasa Anggota (0,54 % x Penjualan) : Rp.21.600
SHU yang di terima : Rp. 217.200


  1. Nama : virdanu aditya
Total simpanan : Rp. 13.5000
Penjualan Anggota : Rp. 8.000.000
Jasa Modal (1,63 % x simpanan) : Rp. 220.050
Jasa Anggota (0,54 % x Penjualan) : Rp.43.200
SHU yang di terima : Rp. 263.250

5.       Nama : Rizky  ridiachvin
Total simpanan : Rp. 12.000.000
Penjualan Anggota : Rp. 8.000.000
Jasa Modal (1,63 % x simpanan) : Rp.195.600
Jasa Anggota (0,54% x Penjualan) : Rp.43.200
SHU yang di terima : Rp. 238.800

  1. Nama : andre saputra
Total simpanan : Rp. 11.200.000
Penjualan Anggota : Rp. 8.000.000
Jasa Modal (1,63 % x simpanan) : Rp.182.560
Jasa Anggota (0,54 % x Penjualan) : Rp.43.200
SHU yang di terima : Rp.225.760

  1. Nama : gialdi hermana
Total simpanan : Rp. 15.000.000
Penjualan Anggota : Rp. 10.000.000
Jasa Modal (1,63% x simpanan) : Rp.244.500
Jasa Anggota (0,54% x Penjualan) : Rp. 54.000
SHU yang di terima : Rp. 298.500

  1. Nama : reza maulana
Total simpanan : Rp. 8.500.000
Penjualan Anggota : Rp. 6.500.000
Jasa Modal (1,63% x simpanan) : Rp.138.550
Jasa Anggota (0,54 % x Penjualan) : Rp.35.100
SHU yang di terima : Rp173.650

  1. Nama : elvan dian
Total simpanan : Rp. 16.500.000
Penjualan Anggota : Rp. 5.000.000
Jasa Modal (1,63% x simpanan) : Rp. 268.950
Jasa Anggota (0,54 % x Penjualan) : Rp. 27.000
SHU yang di terima : Rp. 295.950


  1. Nama : Wahyu nugroho
Total simpanan : Rp. 11.100.000
Penjualan Anggota : Rp. 8.500.000
Jasa Modal (1,63 % x simpanan) : Rp. 180.930
Jasa Anggota (0,54 % x Penjualan) : Rp. 45.900
SHU yang di terima : Rp.226.830

  1. Nama : Agus sobri
Total simpanan : Rp. 13.000.000
Penjualan Anggota : Rp. 9.000.000
Jasa Modal (1,63% x simpanan) : Rp. 211.900
Jasa Anggota (0,54% x Penjualan) : Rp. 48.600
SHU yang di terima : Rp.260.500

  1. Nama : andrianto
Total simpanan : Rp. 13.000.000
Penjualan Anggota : Rp. 12.250.000
Jasa Modal (1,63% x simpanan) : Rp. 334.150
Jasa Anggota (0,54 % x Penjualan) : Rp. 66.150
SHU yang di terima : Rp.400.300

  1. Nama : ilham akbar
Total simpanan : Rp. 20.500.000
Penjualan Anggota : Rp. 16.500.000
Jasa Modal (1,63% x simpanan) : Rp.334.150
Jasa Anggota (0,54% x Penjualan) : Rp.89.100
SHU yang di terima : Rp.423.250


  1. Nama : faisal basri
Total simpanan : Rp. 22.000.000
Penjualan Anggota : Rp. 7.250.000
Jasa Modal (1,63% x simpanan) : Rp.358.600
Jasa Anggota (0,54 % x Penjualan) : Rp.39.150
SHU yang di terima : Rp.397.750


  1. Nama : Imam mahmud
Total simpanan : Rp. 11.000.000
Penjualan Anggota : Rp. 6.750.000
Jasa Modal (1,63 % x simpanan) : Rp.179.300
Jasa Anggota (0,54 % x Penjualan) : Rp.36.450
SHU yang di terima : Rp.215750

  1. Nama : gilang radiansyah
Total simpanan : Rp. 6.000.000
Penjualan Anggota : Rp.1.000.000
Jasa Modal (1,63 % x simpanan) : Rp.97.800
Jasa Anggota (0,54 % x Penjualan) : Rp.10.054
SHU yang di terima : Rp.107.854

  1. Nama : fahrizal
Total simpanan : Rp. 13.750.000
Penjualan Anggota : Rp. . 3.250.000
 Jasa Modal (1,63% x simpanan) : Rp.224.125
Jasa Anggota (0,54 % x Penjualan) : Rp.17.550
SHU yang di terima : Rp.241.675

  1. Nama : chairul anwar
Total simpanan : Rp. 8.000.000
Penjualan Anggota : Rp. . 4.500.000
 Jasa Modal (1,63 % x simpanan) : Rp.130.400
Jasa Anggota (0,54 % x Penjualan) : Rp.24.300
SHU yang di terima : Rp.154.700

  1. Nama : saiful anam
Total simpanan : Rp. 10.100.000
Penjualan Anggota : Rp. 2.200.000
 Jasa Modal (1,63 % x simpanan) : Rp.164.630
Jasa Anggota (0,54 % x Penjualan) : Rp. 11.800
SHU yang di terima : Rp. 176.430

  1. Nama : Andri subagyo
Total simpanan : Rp. . 13.000.000
Penjualan Anggota : Rp. 6.500.000
Jasa Modal (1,63 % x simpanan) : Rp. 211.900
Jasa Anggota (0,54 % x Penjualan) : Rp.35.100
SHU yang di terima : Rp.247.000


Keterangan : Anggota ini mewakili seluruh anggota koperasi,karena jika data diinput semua data ini tidak akan cukup.Karena jumlah anggota sebanyak 300 orang

NERACA SALDO
 ”Koperasi Anggota Mawar”

PER 31 DESEMBER 2009
A K T I V A ( Rp )
I AKTIVA LANCAR
1. Kas dan Setara Kas                                      40.000.000,00
2. Piutang Usaha                                             260.000.000,00
3. Peralatan                                                    80.800.000,00
4. Akumulasi Penyusutan Peralatan          12.830.000,00
5. Perlengkapan                                              11.406.000,00
JUMLAH AKTIVA LANCAR                              405.036.000
II AKTIVA TIDAK LANCAR
1. Tanah                                                          495.000.000,00
2. Bangunan                                                    350.000.000,00
3. Modal Penyertaan Anggota                        25.000.000.000,00
JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR                    25.845.000.000,00

JUMLAH AKTIVA                                           526.250.000,00
III KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
1. Hutang Usaha                                             125.000.000,00
2. Hutang Simpan Pinjam                               100.000.000,00
3. Hutang Lain-lain                                         111.000.000,00
JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PENDEK           345.000.000,00

IV KEWAJIBAN JANGKA PANJANG
Hutang Bank                                                                300.000.000,00
JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PANJANG               300.000.000,00
V EKUITAS
1. Simpanan Pokok                                                      24.500.000,00
2. Simpanan Wajib                                                      21.800.000,00
3. Modal Sumbangan Sukarela                                   43.500.000,00
4. Modal Penyertaan Anggota                                    50.000.000,00
JUMLAH EKUITAS                                                       25.620.000.000,00
Sisa Hasil Usaha ( SHU )                                              43.040.000,00
JUMLAH PASIVA                                                        526.250.000,00
I. RATIO LIQUIDITAS
CURRENT RATIO
= Harta Lancar x 100%
Hutang Lancar
= 393.040.000 x 100%
275.000.000
= 14.9 %
II. RATIO SOLVABILITAS
- RATIO MODAL DENGAN AKTIVA
= Modal Sendiri x 100%
Seluruh Aktiva
= 25.620.000.000 x 100%
526.250.000
= 9,64%